Menggoda dengan Warna


Ketika Anda masuk toko atau super market untuk belanja,  apa yang pertama kali Anda lihat, warna atau bentuk? Misalnya, warna merah, kuning, hijau, biru dsb., atau bentuk botol, kotak, bola dan lain-lain? Menurut penelitian, warna lebih dahulu nampak ketimbang bentuk.

Dan, pada saat Anda memastikan barang yang akan Anda beli, apakah warna turut menentukan pilihan Anda?  Misalnya, Anda mengambil warna orange, yang menurut Anda,  cocok dengan kepribadian  Anda? Atau menentukan warna coklat untuk furniture yang pas dengan suasana rumah  Anda? Atau memilih  tas warna merah agar matching dengan pakaian Anda?

Suatu penelitian yang dilakukan oleh sekretariat Seoul International Color Expo 2004, mengungkapkan bahwa ada hubungan antara warna dan pemasaran. Di antara hasil penelitian tersebut adalah, 92.6 persen dari orang yang belanja mengatakan bahwa bagi  mereka  factor visual yang paling penting ketika membeli suatu produk. Hanya 5.6 persen yang mengatakan bahwa sentuhan pada permukaan  barang yang paling penting, Sedangkan yang mementingkan  pendengaran dan penciuman masing-masing 0.9 persen.

Ketika diminta untuk memperkirakan pentingnya warna saat membeli suatu produk, 84.7 persen dari total responden berpendapat bahwa warna  yang banyak  berperan dalam memilih produk, lebih dari setengahnya di antara berbagai factor penting lainnya.

Continue reading

Anyaman Pandan

TASIKMALAYA  HANDICRAFTS  GO  WORLDWIDE

The Jakarta Post, Jakarta | Sun, 01/30/2000 7:36 AM | Life

Tasikmalaya Exports a Dazzling Variety of Handicraft Products*

TASIKMALAYA, West Java (JP): The overseas market for handicraft products from Tasikmalaya is experiencing terrific expansion.

“”Dutch and American women are very attracted to bags made from plaited pandanus leaves,”” said Haj Sahudin, showing off a number of such bags.

Bags made from plaited pandanus leaves. (http://u.kaskus.us/)

The owner of the Pandan Jaya handicraft workshop in Manggungsari village,about 15 kilometers west of Tasikmalaya, employs scores of craftsmen. Sahudin buys raw material in the form of rara, i.e. pandanus leaves three to four millimeters in width and with a length of one meter. For the inside of the bags, the width of the leaves can reach eight millimeters.

The wet pandanus leaves are boiled in water and left to soak overnight, before being dried out the next day. The drying process is a vital step in obtaining the best material for the bags. Continue reading

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.