Menggoda dengan Warna


Ketika Anda masuk toko atau super market untuk belanja,  apa yang pertama kali Anda lihat, warna atau bentuk? Misalnya, warna merah, kuning, hijau, biru dsb., atau bentuk botol, kotak, bola dan lain-lain? Menurut penelitian, warna lebih dahulu nampak ketimbang bentuk.

Dan, pada saat Anda memastikan barang yang akan Anda beli, apakah warna turut menentukan pilihan Anda?  Misalnya, Anda mengambil warna orange, yang menurut Anda,  cocok dengan kepribadian  Anda? Atau menentukan warna coklat untuk furniture yang pas dengan suasana rumah  Anda? Atau memilih  tas warna merah agar matching dengan pakaian Anda?

Suatu penelitian yang dilakukan oleh sekretariat Seoul International Color Expo 2004, mengungkapkan bahwa ada hubungan antara warna dan pemasaran. Di antara hasil penelitian tersebut adalah, 92.6 persen dari orang yang belanja mengatakan bahwa bagi  mereka  factor visual yang paling penting ketika membeli suatu produk. Hanya 5.6 persen yang mengatakan bahwa sentuhan pada permukaan  barang yang paling penting, Sedangkan yang mementingkan  pendengaran dan penciuman masing-masing 0.9 persen.

Ketika diminta untuk memperkirakan pentingnya warna saat membeli suatu produk, 84.7 persen dari total responden berpendapat bahwa warna  yang banyak  berperan dalam memilih produk, lebih dari setengahnya di antara berbagai factor penting lainnya.

Penelitian lainnya yang dilaksanakan oleh Henley Centre menunjukkan 75 persen dari keputusan pembelian dilakukan di dalam toko. Akibatnya,  menangkap mata calon pembeli (dengan warna, GS) dan menyampaikan informasi secara efektif menjadi sangat penting untuk suksesnya penjualan (www.colorsmatters.com/08/05/2011)

Jadi, peranan warna sangat penting pada barang produk. Oleh karena itu,  banyak bermunculan barang yang ditawarkan dengan berbagai pilihan warna, mulai dari kue jajanan pasar sampai barang-barang elektronik meriah dengan berbagai  warna. Saya sendiri bisa tidak jadi membeli suatu barang bila tidak ada warna yang saya sukai, lalu mencarinya di tempat lain.

http://www.detikfood.com

Dengan demikian, peranan warna pada barang produk adalah:

Pertama, untuk menarik perhatian. Pembelanja, atau bahkan orang lewat, begitu melihat warna yang menarik akan menghentikan langkahnya atau beralih arah, menghampiri barang yang dihiasi warna-warna yang menarik tersebut.

Kedua, meningkatkan daya tarik visual. Sebuah barang, walaupun bentuknya sederhana akan nampak indah setekah diberi warna.  Unsur warna,  secara visual , memberikan nilai tambah pada barang tersebut.

Ketiga, menambah daya tarik emosional. Unsur warna memberikan rangsangan terhadap emosi seseorang. Sehubungan hal tersebut, para pengusaha berlomba menggoda calon pembeli dengan warna.  Karena keindahan warnanya, pembelanja atau calon pembeli tergoda hatinya  untuk memeliki barang yang dihiasi warna-warna yang menarik.

Keempat, memberi  peluang kesempatan memilih.  Dengan banyaknya  warna pembelanja atau calon pembeli mendapatkan banyak peluang untuk memilih barang dengan warna kesukaannya.  Bahkan,  banyak kemungkinan mereka membeli barang lebih dari satu dan tidak perlu beranjak untuk mencarai warna lain  ke tempat  berbeda.

Di bawah ini saya  sajikan beberapa foto kerajinan tangan Meksiko yang kaya akan warna.  Foto-foto ini dijepret  Lauren R. Nelson, editor dan penulis koran yang  doyan fotografi. Umumnya foto-foto keseharian.  Dia tertarik untuk mengabadikan kerajinan tangan Meksiko karena  pesona kekayaan warnanya.  Sebenarnya, bentuknya sederhana saja tapi mempesona karena warnanya.

Saya sengaja download foto-foto ini dari situs Lauren,  http://theurbanhipie.wordpress.com/  untuk pengunjung Tasik Binangkit, para perajin dan pecinta kerajinan tangan Tasikmalaya.  Mudah-mudahan foto-foto ini dapat menimbulkan inspirasi untuk mempercantik, meningkatkan nilai artistic kerajinan tangan Tasikmalaya dengan memperkaya unsur warnanya. Misalnya, pada kerajinan tangan payung cantik, kelom geulis, batik, bordir dan juga anyaman bambu halus dan pandan.

He, he, heee, kalo yang di bawah ini bukan di Meksiko, tapi di  Tanah Lot, Bali. Djoni Djuhari dan saya dengan latar belakang kerajinan kain yang penuh warna-warni (Foto: Bambang Tri.).

Mungkin saja di antara kerajinan tangan yang dijual di Tanah Lot ini ada kerajinan hasil pengrajin Tasik. Misalnya  payung Bali, rangkanya didatangkan dari Tasik lalu diselesaikan dengan corak Bali.  Di samping itu, ada juga jenis kerajinan tangan lainnya yang seperti kerajinan Bali padahal hasil tiruan urang Tasik, antara lain kerajinan tangan dari batok kelapa.

Djoni Djuhari dan Gandjar Sakri di Tanah Lot, Bali, dengan latar belakang warna-warni kain (Foto: Bambang Tri.)


3 Tanggapan

  1. emm.., berarti warna itu salah satu faktor utama dari keindahan visual gitu ya. bisa dipraktekan dalam berbagai bidang nih. haha, makasih ya. gambarnya bagus2 banget🙂

    • Manusia memang suka warna. Ini dimanfaatkan oleh para pengusaha dengan memberi warna pada barang produknya. Mulai dari kue jajanan pasar, seperti kue lapis, wajik Betawi, getuk lindri dsb. yang digelar di pasar-pasar tradisional sampai ke barang-barang elektronik, seperti HP, kamera digital, laptop dan macam lainnya lagi, yang dipajang di mall-mall mewah.

  2. Blognya makin keren. Terima kasih infonya tentang warna, bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: