Batik: Motif & Ornamen

Posted on 21 Mei 2013 by Gandjar Sakri

BATIK: MOTIF & ORNAMEN

Oleh: Gandjar Sakri

Seni batik merupakan kreasi berharga nenek moyang bangsa Indonesia yang diwariskan dan dikembangkan secara turun temurun dari generasi jaman baheula sampai generasi dewasa ini. Batik adalah khazanah hasil budaya bangsa Indonesia yang bernilai tinggi, baik ditinjau dari segi keindahannya maupun dari segi falsafahnya. Tidak mengherankan, bilamana dunia mengakui batik sebagai salah satu kekayaan berharga produk budaya manusia. Badan PBB yang membidangi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan (UNESCO) – Oktober 2009 – mencantumkan batik sebagai “Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Non Bendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity).

Tentu saja, hal ini merupakan kebanggaan bangsa Indonesia. Apresiasi terhadap batik meningkat, memicu kesadaran kecintaan terhadap batik. Namun demikian, banyak diantara para pengguna batik yang belum memahami istilah-istilah atau sebutan-sebutan dalam seni batik, khususnya yang berhubungan dengan segi visualnya atau tampilannya, terutama istilah motif, pola, corak dan ornamen. Padahal, istilah-istilah tersebut sering diucapkan pada waktu belanja, memilih batik atau berbincang tentang batik. Sehubungan hal tersebut, berikut ini saya sajikan bahasan tentang motif, ornamen dan isen.

1. Motif adalah perpaduan antara seluruh gambar atau lukisan yang menghiasi sehelai kain batik. Motif disebut pula pola atau corak. Karena meliputi keseluruhan hiasan maka motif menjadi nama kain batik, seperti:

Motif Semen Gurdo (Yogyakarta)


Motif Sidomukti (Solo)


Motif Mega Mendung (Cirebon)


Motif Lancah (Tasikmalaya)

2. Ornamen adalah unsur dari motif, berupa bentuk gambar atau lukisan yang menghiasi kain batik. Dengan kata lain, motif batik terdiri atas susunan unsur-unsur motif yang disebut ornamen. Ornamen disebut juga ragam hias. Adadua macam ornamen, ornamen pokok/utama dan ornamen pelengkap/pengisi bidang.

a. Ornamen pokok/utama berbentuk stilisasi dari benda alam atau hewan, melambangkan suatu ma’na, mempunyai arti filosofis, seperti ornamen meru, pohon hayat, ular atau naga, lidah api dan sebagainya. Biasanya berukuran cukup besar atau dominan dalam sebuah motif.

  • Ornamen Meru berupa stilisasi bentuk gunung.
    Kata meru berasal dari Gunung Mahameru. Gunung ini dianggap sebagai tempat tinggal atau singgasana bagi para dewa, Tri Murti, yaitu Sang Hyang Wisnu, Sang Hyang Brahma, dan Sang Hyang Siwa. Tri Murti ini melambangkan sumber segala kehidupan, sumber kemakmuran, dan sumber kebahagiaan hidup di dunia. Oleh karena itu, meru digunakan agar si pemakai selalu mendapatkan kemakmuran dan kebahagiaan. Ornamen ini juga melambangkan tanah atau bumi yang di dalamnya terdapat berbagai kehidupan, namusia, hewan dan tumbuhan.

  • Ornamen pohon hayat disebut juga Pohon Surga, merupakan suatu bentuk pohon khayalan yang bersifat perkasa dan sakti, dan merupakan lambang kehidupan. Pohon ini digambarkan terdiri atas batang, dahan, kuncup, daun, berakar tunjang atau sobrah. Pohon ini hampir terdapat di semua daerah di Indonesia dengan berbagai variasi. Di seni anyaman Kalimantan, pohon ini disebut Batang Garing. Dalam seni wayang disebut Gunungan atau Kayon. Pohon ini terdapat di relief Candi Jago dan di percaya telah ada sejak abad ke 13, namun bukti yang paling jelas adalah pohon ini terdapat di relief kompleks makam Ratu Kalimanyat yang bertuliskan tahun 1559.
  • Ornamen lidah api melambangkan nyala api atau agni, ornamen ini sering disebut sebagai cemukiran atau modang. Makna ini sering dikaitkan dengan kesaktian dan ambisi untuk mendapatkan apa yang diinginkan karena dalam pemakaiannya digambarkan dengan deretan api.
  • Ornamen ular atau naga ornamen ini dalam pemakaiannya digambarkan ular yang kepalanya memakai mahkota. Ornamen ini melambangkan kesaktian dan kekuatan yang luar biasa
  • Ornamen gurda. Gurda berasal dari kata garuda. Garuda merupakan burung besar yang dalam pandangan masyarakat Jawa, burung garuda mempunyai kedudukan yang sangat penting. Bentuk ornamen gurda ini terdiri dari dua buah sayap (lar) dan di tengahnya terdapat badan dan ekor. Garuda merupakan tunggangan Batara Wisnu yang dikenal sebagai Dewa Matahari. Garuda menjadi tunggangan Batara Wisnu dan dijadikan sebagai lambang matahari. Oleh masyarakat Jawa, garuda merupakan simbol mahkota/kekuasaan, kejantanan.


    Ornamen Garuda batik Pekalongan

    Sumber: Soesanto, Seni Batik Indonesia, 1973

Ornamen pokok yang bermakna biasanya digunakan sebagai ornamen pada batik klasik. Pada batik modern makna dari ornamen-ornamen tersebut tidak dipentingkan, pemakaiannya lebih mengarah sebagai unsur keindahan saja.

b. Ornamen pelengkap/pengisi bidang adalah ornamen yang dibuat untuk mengisi bidang yang kosong di samping ornamen pokok. Ornamen pelengkap tidak mempunyai arti atau ma’na tertentu kecuali untuk melengkapi hiasan dan keindahan. Misalnya ornamen tumbuhan seperti pohon, bunga, daun, sulur-suluran; hewan seperti burung, kupu-kupu, ikan, merak, ayam dan sebagainya.

3. Isen (isian) berupa titik atau garis yang berfungsi mengisi didang kosong pada kerangka ornamen sehingga menjadi ornamen yang sempurna dan indah. Pada ganbar berikut: sebelah kiri adalah kerangka gambar ornamen yang belum sempurna, dan sebelah kanan gambar ornamen yang sempurna, telah diisi isen berupa titik-titik dan garis-garis.


Sumber Soesanto, Seni Batik Indonesia, 1973

Kesimpulannya

Motih, disebut pula corak atau pola,  adalah keseluruhan hiasan pada kain batik

Ornamen atau ragam hias, adalah gambar atau lukisan, sebgai unsur motif, yang menghiasi kain batik. Ornamen ada dua macam: ornamen pokok/utama dan ornamen pelengkap/pengisi bidang

Isen adalah titik-titik atau garis-gris yang berfungsi sebagai pengisi kerangka ornamen

Makasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: